Ya Allah..hamba rindu suami hamba :( aku sedih karena keadaan yang kacau ini membuatku harus jauh darinya. mau bagaimanapun, dia masih suamiku...seburuk apapun lisannya dia adalah suamiku yang memiliki rasa peduli. tapi entah apa yang ada dipikirannya saat ini, mungkin kebenciannya begitu besar untukku. aku hamil besar, aku harus jauh dari suami dan merasakan segala kesakitan ini sendiri. tapi apa daya karena berjauhanpun kami selalu bertengkar, bersatupun selalu membuatku menangis. tapi setidaknya aku selalu merasa tenang melihat dia didepan mataku. banyak sekali hal yang aku pikirkan saat ini. dan banyak yang aku rasakan juga dikondisi kehamilanku ini. rasa takut, cemas, gelisah, tidak tenang, stress sekali rasanya :( kuatkan hamba ya Allah.. sehatkan hamba dan anak hamba.. lahirkan anak hamba dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apapun. jadikan anak hamba anak yang sholeh, cerdas, rupawan, dan sehat serta kuat... Aamiin
Mau bagaimanapun, dia masih suamiku, dia ayah dari anak yang kukandung. Mau bagaimanapun dia pernah punya kebaikan yg sangat banyak, ada sosok baiknya dan aku pernah sangat mengaguminya. Aku pernah sangat mencintainya dan masih mencintainya. Mau bagaimanapun, dia pernah membuatku merasa bahagia dan beruntung. Mau bagaimanapun aku pernah merasa sangat dicintai dan diperjuangkan. Iya, pernah. Jika memang pada akhirnya kita harus berpisah, aku ingin menebus semua rasa kecewanya, aku ingin membayar semua rasa sedihnya, agar dia bisa merasakan bahwa aku sesungguhnya peduli dan sayang sama dia. Aku harap Tuhan akan selalu menjaganya, membahagiakannya dan menghapus rasa sedihnya. Indra Prasetyawan, aku punya cinta yg besar.
Jangan mencoba untuk mengungkapkan apa yang sesungguhnya kita ingin atau sekedar ingin menjadi diri kita sesungguhnya, jika itu hanya akan menyakiti atau memaksakan orang lain, sekalipun itu adalah hal yang lumrah dilakukan banyak kaum lainnya. Lebih baik menahan, apalagi jika telah terjadi kesalah pahaman. Karena apapun penjelasannya nyatanya tetap tidak dapat diterima. Mungkin kita hanya butuh untuk bersabar. Terkadang mungkin kita hanya ingin terlihat diakui, namun mungkin tidak terlalu penting. Bukan hanya soal keegoisan atau tidak mengerti, namun kita hanya mencoba untuk melihat realita dan membandingkan dengan yang selalu terlihat. Hanya saja perasaan kenapa berbeda itu selalu menyelimuti, jika kita menginginkan hal yang umum saja ternyata tidak dipertimbangkan. Seperti no excuse. Disitulah kesedihan dan kekesalan terjadi. Kita mungkin tidak bisa secepat itu mengadaptasi hal-hal yang kita belum pernah terima, hal-hal yang asing dan membuat kita merasa tersisi...
Comments
Post a Comment